Normal,Apakah itu?

2/16/2011 8 Comments A+ a-

“Normal”, sebuah kata yang biasa kita dengar.Tapi, apakah normal itu sebenarnya?
Pada awalnya, tidak pernah terpikirkan olehQ bahwa kata itu adalah sebuah masalah, hingga aku melihat sebuah film yang juga berhubungan erat dengan makna “normal”. Film itu adalah “Edward The ScissorHands”, yang setelah sekian lama, akhirnya aq bisa tau judulnya.Dalam film itu, sang tokoh utama yang memiliki “fisik”  yang berbeda dari manusia pada umumnya, dianggap tidak normal dan diperlakukan tidak selayaknya manusia. Namun, dibalik segala “ketidaknormalan” yang dimilikinya, ia memiliki perasaan dan kebaikan seorang manusia. Dibanding, perlakuan yang ia terima dari sekitarnya, ia lebih manusiawi.

Yang menjadi permasalahan adalah “normal”. Apa itu normal?Dan, apa yang menjadikan seseorang itu bisa dikatakan normal?Lalu, bagaimanakan penyikapan kita terhadap yang normal dan tidak normal?

Normal, bagi banyak orang berarti apa-apa yang sudah biasa kita temui.Namun, bagaimana jika normal itu berarti sinisme, kesombongan, dan penindasan?Bagaimana, jika memang itulah yang memang biasa ada dan menjadi budaya dalam kehidupan kita?Apakah itu berarti menjadi sesuatu yang “normal” jika kita mencemooh hanya karena kita menganggap seseorang itu tidak selevel dengan kita?Apakah menjadi sesuatu yang “normal”, jika kita menindas seseorang  hanya karena ia berlaku tidak  sama dengan apa yang biasa kita lakukan?

TIDAK!!Tidak seharusnya seperti itu.Tapi, apa itu normal??
Normal, adalah kondisi dimana sesuatu itu memang wajar terjadi.Bukan karena terbiasa, melainkan karena memang itu adalah yang seharusnya terjadi.Normal adalah kondisi, dimana sesuatu itu dipengaruhi “variabel-variabel default”,bukan “variabel-variabel khusus”.Normal adalah kondisi universal.Normal adalah sesuatu yang memang benar.

Hanya karena sesuatu itu telah menjadi “kebiasaan umum”, tidak menjadikan sesuatu itu normal. Sehingga, saya berkesimpulan bahwa perlakuan yang diberikan pada edward, itulah yang justru merupakan bentuk  ketidaknormalan. Sedangkan, apa yang edward lakukan,itu sangatlah normal.

Banyak dari kita yang terjebak dengan budaya  lingkungan sekitar kita. Hingga menjadikan apa yang biasa kita temui itu sebagai standar dari apapun yang kita lakukan. Padahal, hanya karena kanibal menjadi budaya dalam suatu masyarakat, maka tidak menjadikan kanibal itu menjadi sesuatu yang normal dilakukan oleh masyarakat itu. Hanya karena kita biasa mencemari bumi ini, bukan berarti itu menjadi normal untuk dilakukan.

Seringkali persepsi kita yang salah mengenai makna kata normal juga berpengaruh pada penyikapan kita terhadap “ketidaknormalan”. Biasanya, sikap yang muncul melihat sesuatu yang berbeda dari yang biasa kita lihat cenderung menghindar dan defense. Sehingga justru tidak menyelesaikan masalah, malah menambah permasalahan yang tidak ada.

Sebenarnya, jika kita memahami normal, maka kita akan mengetahui mengapa ketidaknormalan itu terjadi, dan apa yang harusnya kita lakukan terhadap ketidaknormalan tersebut. Normal adalah kondisi yang memang seharusnya terjadi,  kondisi default, kondisi saat variabel-variabelnya stabil.Karena itu, jika ada ketidaknormalan maka dibutuhkan agar variabel2 itu kembali stabil, kembali seimbang. Bukan dengan menghindar ataupun defense, tapi dengan turut membantu dan berperan/terlibat agar dapat kembali stabil dan seimbang.

Sesuatu yang berbeda, bukan berarti tidak normal.Melainkan, sesuatu yang tidak sesuai dengan kedudukannya, yang tidak sesuai dengan seharusnya, yang tidak seimbang, itulah yang tidak normal.Namun, ketidaknormalan ini bukan untuk dihindari, tetapi untuk dibenahi agar kembali seimbang.

Silakan dilihat lanjutannya di  Manusia normal, ada gak sih??

8 comments

Write comments
niku
AUTHOR
16 Februari 2011 pukul 15.34 delete

brarti dirimu iku ga normal yo?
khukhukhu.. :p

Reply
avatar
kacho
AUTHOR
16 Februari 2011 pukul 18.04 delete

Normal jeh.Aq kan mmg spti yg shruzx :p
Tp,aq itu unique... :D

Reply
avatar
niku
AUTHOR
16 Februari 2011 pukul 18.34 delete

kalo semua org bilang 'aq kn memang seperti yg seharusnya' maka semua orang di dunia normal dunk
hohoho

Reply
avatar
kacho
AUTHOR
16 Februari 2011 pukul 18.47 delete

Lah,sbg shbtQ,kmu pasti tau dunk.Jd hruskah aq mjelaskan lg?
Hanya dg saya msh memiliki "ksadaran",itu ckup mjdi alasan bhwa aq itu normal. :p

Reply
avatar
niku
AUTHOR
16 Februari 2011 pukul 19.06 delete

bukankah normal itu adalah sesuatu yang memang benar?normal itu sesuatu yg sesuai dgn kedudukannya, sesuai dengan yg seharusnya, yang seimbang?

sebagai sahabatmu, maaf tapi aku harus mengatakan, kamu sendiri pun belum memenuhi kriteria normal yg kamu bilang.

#jika ada ketidaknormalan maka dibutuhkan agar variabel2 itu kembali stabil, kembali seimbang. Bukan dengan menghindar ataupun defense, tapi dengan turut membantu dan berperan/terlibat agar dapat kembali stabil dan seimbang#

Reply
avatar
kacho
AUTHOR
16 Februari 2011 pukul 20.03 delete

Sepertinya kamu salah paham dlm memahami apa yg aq maksud dg "shruzx" dan "kdudukan"

Brhubung konteksx manusia,dsni aq cuma akan bilang.Manusia Normal adalah manusia yg memanusiakan dirix,jg memanusiakan org lain.
Bukan kedudukan dalam arti cara manusia mghadapi suatu pmsalahan.
Jika bpkir bhwa normal dari asumsi sprti itu,maka akan Qt tmukan bahwa tidak ada manusia yg "normal".Manusia itu bukan makhluk yg smpurna.Tp,karena itu jg,g akan ada manusia yg mampu "mnyeimbangkan dg tepat" sgalax.Klo ada,mka dy bukan manusia,tp "Tuhan".Cuma Tuhan yg bsa nglakuin itu.Klo ada manusia yg trkesan/trlihat ky gt,mka jstru patut "dcurigai".

Ntar Qjelasin lbh lagi d postingan slnjutx.

Huhu...Susah amat commentx pake hape... T^T

Reply
avatar
M. Hudatullah
AUTHOR
18 Februari 2011 pukul 01.31 delete

I just don't understand why people are so addicted of being normal. I mean, it's kinda boring right??


betewe, sesuatu yang kita anggap normal tidak selalu benar kan? kenormalan itu juga akan terus berubah (segala hal di dunia ini juga memang berubah kan?)

apa yang dianggap normal sekarang bsia jadi satu dekade kemudian tak algi normal.

menurutku setiap orang berkewajiban menjadi dirinya sendiri. Entah itu akhirnya normal menurut orang lain atau tidak.

senormal-normalnya orang adalah ketika ia menjadi dirinya sendiri.



^^' komennya panjang yah??

Reply
avatar
kacho
AUTHOR
18 Februari 2011 pukul 14.21 delete

Normal yg Qmaksud itu dari sudut pandang manusia.Bukan dari sudut pandang se2orang.
Normal,berbeda dg mjadi "orang biasa",mjd sama spti yg dianggap org lain "biasa"(bca : normal).Jd tiap org itu pada dasarx normal,g prlu dbkin2 "normal" mnurut org laen.
Jadi,g masalah mjdi dri sndri,bgmnapun hasilx jika itu "dirimu",y itu normal.
Utk ktrngn lbih,bca postingan slnjtx aj,"Manusia Normal,mgkn g c?".Yg tbru skrg.Tp y pnjg n mbulet c.

Reply
avatar

Mari bercuap-cuap :D